Senin, 03 Juni 2013

Temu teknis

I.    PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Dalam rangka mendukung tercapainya swasembada dan swasembada berkelanjutan diperlukan peran penyuluh pertanian sebagai pendamping dan pembimbing pelaku utama dan pelaku usaha. Dalam melaksanakan perannya, penyuluh pertanian bertindak sebagai fasilitator agar para petani mampu mengambil keputusan sendiri, dengan jalan membantu :
1)    Mengindentifikasi potensi wilayah;
2)    Mengindentifikasi dan menganalisa penerapan teknologi sesuai dengan spesifik lokalita;
3)    Mengindentifikasi dan dan memecahkan permasalahan;
4)    Mengorganisasikan kelompoktani dan gabungan kelompoktani dalam suatu gerakan.
Alokasi pelaksanaan kegiatan pengawalan dan pendampingan penyuluhan pertanian di lokasi sentral produksi sapi sebanyak 2 WKPP di Kabupaten Luwu Timur.
Pengawalan dan pendampingan pertujuan untuk memfasilitasi dukungan percepatan kegiatan peningkatan produksi sapi oleh penyuluh pendamping.
Kegiatan pengawalan dan pendampingan penyuluh pertanian di lokasi sentral produksi sapi meliputi:
1)    Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan di tingkat WKPP
2)    Penyusunan CPCT ( Calon Petani Calon Ternak Sapi).
3)    Kursus Tani.
4)    Farmers Field Day.
5)    Bantuan Transport Penyuluh dalam melakukan pendampingan di lokasi sentral produksi sapi.
Pengawalan dan pendampingan penyuluhan pertanian di lokasi sentral produksi sapi diharapkan dapat memberdayakan petani  sekaligus meningkatkan produksi dan produktivitas ternak sapi.
   
B.    Tujuan dan Sasaran
Tujuan Juknis Pelaksanaan Pemberdayaan Petani Melalui Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh Sentra Produksi Sapi  Tahun 2013 adalah sebagai acuan bagi seluruh stake holder terkait, Kelompok terpilih, serta stakeholder lainnya dalam menjalankan program/kegiatan berkaitan dengan tugas dan fungsinya masing-masing yang meliputi: aspek perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, monitoring dan evaluasi, dan pelaporan. Sasaran kegiatan ini adalah penyuluh pertanian yang melakukan pengawalan dan pendampingan di lokasi sentral produksi sapi untuk meningkatkan kemampuan petani, kelompok tani dan peningkatan produksi serta produktivitas ternak sapi.

C.    Landasan Hukum dan Operasional
1.    Landasan Hukum
Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 18 Tahun 2009
2.    Landasan Operasional
Rencana Operasional Kegiatan (ROK) Dekonsehtrasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Tahun 2013 Satuan Kerja 018.10.199375 Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Sulawesi Selatan.
D.    Jadwal Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Petani Melalui Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh Sentra Produksi Sapi  dimulai pada bulan Juni s/d Nopember 2013, sebagai berikut:

Jadwal pelaksanaan kegiatan

No    Kegiatan    Tahun 2013
                                                                                    J     J    A     S    O    N
1    Penyusunan  CPCT (Calon Petani Calon Ternak)    X                   
2    Penyusunan Rencana Kerja Penyuluh di WKPP      X                   
3    Kursus Tani                                                                         X           
4    Farmers field day (Temu Lapang)                                                X       
5    Pendampingan dan pengawalan                               X    X    X    X    X    X


II.    PELAKSANAAN KEGIATAN
Pengelolaan kegiatan Pelaksanaan Pemberdayaan Petani Melalui Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh Sentra Produksi Sapi  meliputi:
A.    Penyusunan CPCT ( Calon Petani Calon Ternak Sapi)
Disusun pada awal kegiatan untuk mengetahui potensi petani serta ternak sapi yang ada pada lokasi WKPP yang berada pada kegiatan  Petani Melalui Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh Sentra Produksi Sapi.
B.    Penyusunan Rencana Kerja Penyululuhan di tingkat WKPP
Disusun sebagai matrik yang menggambarkan  tentang keadaan, tujuan, masalah, upaya pemecahan masalah, metode, sasaran, waktu pelaksanaan serta lokasi kegiatan.
C.    Kursus Tani
Kurus Tani merupakan kegiatan pertemuan yang dilakukan untuk belajar bersama mengenai usaha tani ternak dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan dan sikap petani. Pelaksanaan dilakukan pertemuan 1 kali dalam 1 kelompok dengan jumlah peserta 10 orang/kelompok.
D.    Farmers field day (Temu Lapang)
Merupakan pertemuan antara para petani dengan peneliti dan penyuluh untuk saling tukar informasi tentang teknologi peternakan al:
1.    Membuka kesempatan bagi petani untuk mendapatkan informasi teknologi, tukar informasi, dan menjalin hubungan kerja sama peneliti, penyuluh dan petani.
2.    Farmers field day (Temu Lapang) dilakukan 1 kali dalam 1 kelompok
E.    Pendampingan dan pengawalan
Pendampingan dan pengawalan di lokasi sentral produksi sapi oleh penyuluh pendamping selama 6 bulan mulai bulan Juni sampai dengan November 2013.
F.    Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah sumber daya yang tersedia telah optimal dimanfaatkan dan pelaksanaannya menghasilkan sesuai sasaran. Penyuluh pendamping melaporkan perkembangan kegiatan setiap bulan.

III.    PENUTUP
Petunjuk Teknis Pemberdayaan Petani Melalui Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh Sentra Produksi Sapi, dimaksudkan untuk menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan   agar   seluruh   tahapan   kegiatan dapat terlaksana  secara baik dan benar menuju
tercapainya sasaran yang telah ditetapkan. Hal terpenting perlu dicermati adalah bahwa kegiatan dilakukan dalam upaya peningkatan populasi ternak sapi potong serta peningkatan  produksi dan produktivitas ternak sapi potong.

                                                                                                                Malili, 01 Juni 2013
Mengetahui                           
Kepala Badan,                                                                                         Fungsional Peternakan,


Ir. NURSIH HARIANI,MM                                                                    H.DARSONO,SP,MM
Pangkat  : Pembina Tk.I                                                                           NIP.196610171992031011
NIP. 196806101994032014

Senin, 10 Desember 2012

Kebutuhan Pupuk


KEBUTUHAN PUPUK UNTUK TANAMAN PADI PER HEKTAR


Setiap tanaman membutuhkan makanan untuk kebutuhan hidupnya. Makanan bagi tanaman berupa pupuk. Pupuk yang akan dibahas kali ini adalah pupuk anorganik atau pupuk buatan. Kalau kata sebagian petani, pupuk anorganik disebut pupuk pabrik.
Sesuai rekomendasi pemerintah, kebutuhan pupuk pada tanaman padi adalah 2 jenis. Pertama, pupuk kandang. Kebutuhan pupuk kandang 1-2 ton per hektar. Kedua, pupuk anorganik. Kebutuhan pupuk ini, sesuai rekomendasi pemerintah untuk TANAMAN PADI. Bila kebutuhan pupuk diterapkan, hasil yang akan dipanen akan memuaskan para petani. Masalah yang dihadapi petani, sewaktu mereka membutuhkan pupuk, pupuk-pupuk tersebut  (Urea, Sp-36, TSP, KCL dan NPK) tidak ada di kios. Kalau pun ada, jumlahnya terbatas dengan harga mahal. Oleh sebab itu, saya berusaha untuk membantu para petani ( bisa juga para PPL dan para THL ) untuk membuat perhitungan dengan cara mebandingkan pupuk lain ( pupuk tunggal atau majemuk ).

Rekomendasi pupuk tunggal adalah 250 kg Urea, 100 kg TSP, dan 75 kg KCL
Sekarang, marilah kita hitung KADAR UNSUR HARA masing-masing pupuk, 
250 kg Urea, 100 kg TSP, dan 75 kg KCL
Dosis pupuk Urea 250 kg. Untuk Urea ( 46% kg N dalam 100 kg) berarti dalam 250 kg urea,  
 (46%x250) = 115 kg N
Dosis pupuk TSP 100 kg. Untuk TSP ( 46 % kg P2O5 dalam 100 kg) berarti dalam 100 kg TSP,   
( 46%x100 ) = 46 kg P2O5
Dosis pupuk KCL 75 kg. Untuk KCL ( 60% kg K2O dalam 100 kg) berarti dalam 75 kg KCL,   
( 60%x75) = 45 kg K2O

Jadi untuk tanaman padi, dosis pupuk yang diperlukan adalah
= 250 kg Urea, 100 kg TSP, dan 75 kg KCL kg K2O atau kandungan unsur haranya sebanding
= 115 kg N, 46 kg P2O5 dan 45 kg K2O ( dengan mengetahui kadar unsur hara suatu tanaman maka dapat dicari konversi terhadap pupuk lainya)

Rekomendasi untuk pupuk Tunggal:
Urea = 150 kg ( 46% x 150 ) = 69 kg N
NPK = 300 kg ( N 15% x 300) (P 15% x 300 ) (K 15% x 300) = 
Masing-Masing 45 kg N,   45 kg P, 45 kg K

Selasa, 13 November 2012

VIROLOGI


VIROLOGI
Ø  Virus : Material yang hidup beracun. Sering disebut Kontagium Vivum Fhidum / cairan hidup yang menular
Ø  Indensifikasi Virus :
a)      Ukuran ≤ 300 nm,   1 nm = 1/1.000  mikron,   1 mikron = 1/1.000.000 cm.
b)      Berkembang biak dibutuhkan sel hidup.
c)      Tidak berkembang biak secara Binair.  Binair =  satu jadi dua.
d)     Tidak peka terhadap antibiotik.
Ecolli dan Ricetcia peka terhadap Antibiotik.
Ø  Cara berkembangbiak Virus : Menempel lalu masuk / Attach and entercell.
Ø  Penggolongan virus :
a.       DNA Virus .   Parvo Virus : Pada darah
                            Pox Virus    : Cacar
                            Adeno Virus : Menyerang pada produksi
                            Herves Virus : Contoh : Marek.
b.      RNA Virus . Picornaviridae dan Rioviridae.
Ø  Safety Procedure ( Pengamanan ) .
-          Setiap Virus berbahaya ( Menular ).
-          Jaga kebersihan.
-          Memakai alat pengaman.
-          Cucihama.

Senin, 29 Oktober 2012

KEBUTUHAN PUPUK BERSUBSIDI MT. OKTOBER 12 - MARET 13


RENCANA PENGGUNAAN SARANA PRODUKSI PUPUK BERSUBSISI BERDASARKAN RDKK (OKTOBER 2012 - MARET 2013)


















NO KECAMATAN LUAS TANAM (Ha) KEBUTUHAN PUPUK (TON) KELOMPOK TANI
Urea    ZA SP 36 NPK P.ORGANIK
Ton Ton Ton Ton Ton
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 BURAU                 7.683,6                        1.713,0                        894,2                   1.362,8                      2.242,1                    3.736,8                                        230
2 WOTU                 6.058,8                        1.422,0                        146,2                       603,1                      1.777,0                    2.616,2                             223
3 TOMONI                 3.109,5                            469,0                        607,0                       612,8                      1.817,8                    1.554,7                               90
4 TOMONI TIMUR                 2.698,3                            540,8                           16,7                       138,6                          799,9                    1.099,8                             101
5 MANGKUTANA                 3.807,5                        1.011,6                        761,5                       571,1                      1.142,2                    1.854,0                               77
6 KALAENA                 2.250,5                            469,7                        112,4                       236,9                          628,0                       815,0                               68
7 ANGKONA                 5.846,0                        1.180,9                        294,6                       645,1                      1.384,7                    2.599,5                             230
8 MALILI                 2.297,2                            487,9                        196,2                       245,2                          339,2                       734,7                               94
9 WASUPONDA                 1.645,0                            380,6                             6,6                         78,1                          455,3                       689,5                               76
10 NUHA                     886,3                            204,1                        208,9                       132,9                          265,9                       443,1                               43
11 TOWUTI                 3.203,0                            498,4                        108,6                       267,0                          614,4                       690,4                             139
JUMLAH               39.485,5                        8.378,0                     3.352,8                   4.893,6                    11.466,4                 16.833,6                                    1.371
















Malili, 15 September 2012







KEPALA BADAN


































Drs. MUH.  ZABUR







Pangkat : Pembina Utama Muda







NIP. 19660930 198603 1 004